Sekolah merupakan sebuah institusi yang menyelenggarakan pendidikan, dimana di dalamnya terdapat unsur-unsur yang membangun institusi tersebut. Mulai dari gedung, siswa, pendidik/tenaga kependidikan, kurikulum, sarana prasarana dan manajemen sekolah baik secara internal maupun ekternal. meskipun buan kunci pokok, manajemen sekolah bisa dikatakan sebagai suatu bagian yang sangat menentukan pada keberhasilan pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada umumnya, meskipun unsur yang lain tidak boleh kita kesampingkan. Manajemen sekolah erat hubungannya dengan kegiatan penataan sekolah secara holistik. Kegiatan manajemen tentu saja dikelola oleh seorang manajer, dalam hal ini yang berkedudukan sebagai manajer adalah kepala sekolah. Pada sekolah dasar jabatan kepala sekolah disematkan kepada seorang guru yang dinilai sudah memiliki kemampuan lebih dari sekedar mendidik, kemampuan yang maksud adalah kemampuan dalam hal memimpin dan mengelola sekolah sebagai institusi pembelajaran.
Biasanya seorang calon kepala sekolah akan dipersiapkan melalui diklat terlebih dahulu oleh lembaga yang bertugas menangani perihal kompetensi kepala sekolah. Harapannya setelah calon kepala sekolah selesai mengikuti diklat kepala sekolah, mereka akan siap terjun ke sekolah dengan label kompetensi telah mumpuni. Banyak kepala sekolah yang cakap dan lihai dalam memanajemen sekolah yang mereka pimpin, dengan membuat program kerja bagus, melengkapi sarana prasarana dan mempercantik gedung sekolah. Tapi, tidak sedikit kepala sekolah yang tidak bisa melakukan kegiatan manajemen di sekolah yang mereka pimpin karena beberapa faktor, bisa karena krang cakap, karena ada intervensi dari guru senior atau bahakan intervensi dari mantan kepala sekolah yang ada di sekolah tersebut, atau juga karena merasa masih muda sehingga serba salah dalam bahasa jawanya "ewuh pekewuh". Semua kategori kepemimpinan kepala sekolah seperti di atas sering kita temui.
Pada kesempatan ini, saya akan berbagi sedikit pengalaman tentang
keharmonisan keluarga di sekolah (khususnya di sekolah dasar) yang bisa dijadikan pondasi awal untuk membangun manajemen sekolah yang baik. Menurut saya, sekolah ibarat sebuah keluarga. Di dalam keluarga ada kepala keluarga, ibu rumah tangga dan anak-anak. Begitu juga di sekolah, ada kepala keluarga dalam hal ini di perankan oleh kepala sekolah, ada ibu rumah tangga dalam hal ini di perankan oleh guru-guru dan karyawan dan ada anak-anak yang dalam hal ini adalah anak didik. Sebuah keluarga akan bisa mewujudkan cita-citanya manakala keluarga tersebut selalu harmonis, begitu juga sekolah akan dapat mencapai visi dan misinya manakala sekolah tersebut harmonis. Bagaimana sekolah bisa harmonis ? tentu saja jawabannya tidak beda jauh dengan cara membangun keluarga yang harmonis. Keluarga yang harmonis terbangun daripada hubungan yang baik antara anggota keluarga, hubungan yang baik terjalin karena semua anggota keluarga bisa saling menghormati, mengharagai, memahami dan membantu satu sama lain. Kemudian tercukupinya hak dan kewajibannya masing-masing dengan proporsional.
Sekolahpun sama halnya dengan keluarga, sekolah akan harmonis bilamana hubungan yang baik antara warga sekolah dengan saling menghormati, mengharagai, memahami dan
membantu satu sama lain. Kemudian tercukupinya hak dan kewajibannya
masing-masing dengan proporsional. Kontrol harmonisasi tetntu saja berada pada pundak seorang leader yaitu kepala sekolah. Bagaimana caranya? caranya adalah dengan memberikan keteladanan kepada seluruh warga sekolah. Keteladanan kepala sekolah akan memberikan umpan positif bagi para guru dan karyawan yang nantinya akan tercermin sebagai keteladanan mereka terhadap anak didik di sekolah. Jika keteladanan sudah menjadi budaya yang baik, maka sangatlah mudah untuk menjalin komunikasi yang baik antar sesama warga sekolah. Komunikasi yang baik ini yang dapat dijadikan indikator keharmonisan warga sekolah di sekolah. Saat sekolah telah harmonis, maka program sekolah bisa dibahas dan direalisasikan sesuai tepat sasaran dan target waktu yang telah ditentukan.
Oleh karena itu, semua warga sekolah hendaknya saling menyadari betapa pentingnya sebuah keharmonisan dalam sekolah. Karena keharmonisan itulah yang akan mengantarkan sekolah berkembang menjadi sekolah yang lebih baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar